Kamis, 20 Oktober 2011

  1. jendela
haraga
ukuran
dimensi








ffsdfsd


haraga
ukuran
dimensi













  1. ffdsfsd
  2. fdsfsdf

Kamis, 20 Januari 2011

model undangan1














desain undangan motife kupu

Kamis, 12 November 2009

cara buat klik more

Cara Membuat Read more di Blogger – Fitur Baru. Lama tidak login ke account blogspot, saya jadi ketiggalan berita nih. Saat ini, Blogger ternyata sudah support fungsi readmore. Dibandingkan metode cara membuat read more sebelumnya, untuk fungsi read more kali ini memang sangat mudah sekali diaplikasikan.

Namun, untuk bisa menggunakan aplikasi terbaru milik blogger ini, bagi rekan-rekan yang sudah membuat read more dengan cara terdahulu, harus di hapus dulu. Selain itu, fungsi read more blogger ini, hanya bisa diaplikasikan bagi blog yang sudah menggunakan post editor terbaru. Tapi, untuk post editor lama pun anda masih bisa tetap mengaplikasikannya dengan cara menambahkan kode

cara buat klik more

Cara Membuat Read more di Blogger – Fitur Baru. Lama tidak login ke account blogspot, saya jadi ketiggalan berita nih. Saat ini, Blogger ternyata sudah support fungsi readmore. Dibandingkan metode cara membuat read more sebelumnya, untuk fungsi read more kali ini memang sangat mudah sekali diaplikasikan.



Namun, untuk bisa menggunakan aplikasi terbaru milik blogger ini, bagi rekan-rekan yang sudah membuat read more dengan cara terdahulu, harus di hapus dulu. Selain itu, fungsi read more blogger ini, hanya bisa diaplikasikan bagi blog yang sudah menggunakan post editor terbaru. Tapi, untuk post editor lama pun anda masih bisa tetap mengaplikasikannya dengan cara menambahkan kode

Selasa, 10 November 2009

142510100019
woktnhp45mb
143592100018

Sabtu, 07 November 2009

BANGGA

tak percaya tapi sungguh terjadi, ini pengalaman ku, sungguh membuat aku bangga, dan merasa sangat bangga, tak ada kata lain selain banggga dan bangga. tuhan itu adil, tuhan itu bijaksana, tuhan itu maha segalanya, tiada tuahn selain alloh.

Rabu, 04 November 2009

BOLEH KAH AKU MEMILIH

Hmmm ... CINTA ... CINTA ...CINTA itu terdiri dari 5 huruf. Cinta itu bisa jadi indah pada awalnya namun buruk pada akhirnya, tetapi bisa saja buruk pada awalnya tetapi indah pada akhirnya. Tergantung pada siapa cinta ini hinggap. Cinta bisa muncul dengan berbagai cara, bisa lewat kata-kata, atau lewat setiap tetesan tinta, atau bisa juga lewat setiap tindakan yang nyata. Cinta juga bisa datang dan pergi sesuka hati. Tanpa permisi, tanpa basa basi, kadang malah tanpa diminati. Aneh juga yah...?? Tapi itulah yang membuat CINTA menjadi begitu bermakna.
Cinta juga bisa membuat nenek-nenek berusia lanjut tersenyum tersipu seperti masa-masa ABG dulu, ketika sang kakek meninggalkan secarik kertas bertuliskan puisi cinta untuknya diatas meja ...
Hmmm ... Saat ini aku bertemu seseorang perempuan yang membuat aku mulai mengenang dan mengingat lagi tentang kata "Cinta". Kayaknya sudah cukup lama aku tidak merasakan DICINTAI...
Waktu telah membawa banyak perubahan pada DIRIKU, juga pada cara pandangku terhadap arti "CINTA".


-=== kArnA iTu akU memIlihnYa ===-
Aku manusia biasa yang tak bisa berkehendak sesuka hatiAku manusia biasa yang tidak selalu bisa menentukan siapa "CINTA" terbaik untukku.Aku manusia biasa yang tak bisa berlari mengejar impian yang HARUS aku milikiTapi Aku manusia yang mempunyai perasaan untuk memilih jalan terbaik dan wanita terbaik untuk aku miliki ... Yup ... AKU bisa merasakan kedatangan CINTA dalam hatiku ...
Waktu telah memberikan pelajaran berharga akan semuanya...Bahwa CINTA tidak bisa dibeli... CINTA tidak bisa dicari ... Dan Cinta tidak bisa dipaksakan ...CINTA akan datang dengan sendirinya tanpa kita sadari ...
Dan ketika CINTA itu datang pada ku... aku tidak bisa menolak... tidak bisa memilih... dan tidak bisa berbohong ... Hanya sebuah perasaan hati yang bisa membuat semuanya lebih jelas.
Bolehkan aku bangkit untuk berkata kepada insan... aku manusia yang punya hatiBolehkan aku melangkah berjalan di tengah insan... aku manusia yang punya rasa Bolehkan aku berucap dan berbela diri... aku manusia yang punya akhlakBolehkan aku memilih wanita terbaik untuk mendampingiku kelak... aku juga manusia yang punya CINTAwalau aku ada berbeda...
Dan jangan tanya mengapa aku mencintai dia...tanyalah mengapa aku memilihnya...
Memang Dia tak sebagus sang rembulan dan dia tak seindah taburan bintangnamun kuyakin pancaran sinar hatinya mengandung keindahan yang sulit ditembus matawalau sinarnya redup tapi akan selalu ada untuk temani aku..
Dia juga tak sepintar MEREKA yang pernah membohongiku dan tak semampu mereka yang bisa menyakitiku...namun dialah yang terbaik,... karna itu aku memilihnya!
Dia selalu tersenyum untukku...
Suatu hari nanti pasti aku akan mengatakan padanya AKU MENCINTAIMU ...

Rabu, 21 Oktober 2009

Senin, 05 Oktober 2009

wisuda D3 AUB surakarta


dalam batin telah mengucapkan terimakasih kepada tuhan, semua yang aku jalani selama ini telah ku tempuh dan atas bimbingan nya pula aku telah menyandang embel embel nama ANDI NUGROHO,A.Md, ini adalah bukti klo tampang bukan lah ukuran tetapi kabejan adalah segala gala nya amin

Rabu, 26 Agustus 2009

perasaan, kedewasaan dan kebodohan

Perasaan, kedewasaan dan kebodohan !

Berbeda antara perasaan dan cinta. Sebab perasaan atau rasa mempunyai cakupan yang sangat luas, dan cinta ada di dalamnya. Cinta adalah bagian dari rasa, yang sangat tinggi nilainya. Sebab cinta adalah hidup manusia, maka tanpa cinta, perlu dipertanyakan lagi tentang hidup manusia itu sendiri. Jadi tanpa cinta, terus mau kemana hidup manusia itu. Cinta adalah hidup dan hidup adalah cinta !

Ini berbeda dengan perasaan, yang didalam banyak mengandung sifat yang bermacam-macam wujudnya. Rasa atau perasaan bisa muncul sesuai jiwa yang berusaha mendorongnya dari dalam. Marah, benci, bosan, jenuh, senang dan lain sebagainya, akan bergantian muncul sesuai kebutuhan pemilik jiwa yang menginginkannya. Oleh sebab itu, perasaan, kebodohan dan kejelian punya pertalian yang erat ketika jiwa kita berusaha merespon sesuatu kejadian ataupun masalah.

Adalah kebodohan yang nyata, jika seseorang dengan mudah selalu dapat dipermainkan dengan perasaannya sendiri. Ini persis dengan anak kecil yang selama hidupnya akan selalu dipermainkan oleh perasaannya sebagai seorang anak. Mereka akan menangis atau malah mengamuk, hanya karena tidak dibelikan mainan atau tidak boleh jajan atau yang lainnya. Mereka tidak mau tahu kenapa mereka tidak dibelikan mainan, tidak boleh jajan atau yang lainnya. Yang jelas mereka merasa kecewa hanya karena keinginannya tidak diturutinya. Jikalau toh berusaha diberi pemahaman yang masuk akal sekalipun, mereka sulit memahaminya atau malah tidak mau tahu tentangnya.

Begitulah adanya mereka, yang kebetulan dalam perkembangannya, harus terlatih dengan perasaannya sendiri sebagai seorang anak. Mereka semua haruslah melalui tahapan tersebut, agar supaya, jika sudah remaja mulai bisa memahaminya. Memahaminya, akan adanya perasaan yang tidak harus dituruti begitu saja. Memahaminya, supaya mereka kemudian bisa membedakan, perasaan yang mana yang harus dipilihnya, supaya bisa dibedakan bahwa mereka bukanlah seorang anak lagi. Bukan sebagai seorang anak lagi, karena sudah mempunyai kemampuan dalam memilah-milah perasaannya. Memilah-milah perasaan yang baik dan seharusnya, dan bukan menuruti perasaan yang mungkin saja akan menyenangkan hatinya saja. Perasaan yang menyenangkan hatinya, yang tidak bisa dituruti karena sudah merasa dirinya bukanlah anak-anak lagi.

Lalu bagaimana jika mereka sudah dewasa namun masih menuriti naluri kekanak-kanakannya itu ? Yang masih tidak mampu mengendalikan perasaan yang selalu saja ingin diturutinya itu ? Yang selalu tidak berusaha menempatkan perasaan disamping perasaan yang lainnya ? Atau sudah dewasa namun tidak mampu mencoba merasakan perasaan orang lain yang kebetulan berada di dekatnya itu ? Kami sangat tidak bisa membayangkan jika dihadapan banyak orang dewasa, ada seorang yang sudah dewasa menangis meronta-ronta kepada orang tuanya, hanya belum bisa dibelikan sepeda motor yang sesuai keinginan itu ? Bagaimana kalau ini terjadi dalam kasus lainnya, namun sangat mirip kejadiannya, dan sangat disayangkan juga, ia masih tidak menyadarinya, tentang apa yang telah dilakukannya ?

Ini sangat berbeda dengan orang yang punya kejelian atau kemampuan mengendalikan diri dalam mengendalikan perasaannya untuk merespon sesuatu hal yang terjadi. Mereka adalah orang-orang yang mampu memahami masalah yang sedang terjadi pada dirinya. Demikian sehingga, kemudian mereka akan mampu memilah-milah akan perasaan mana yang harus ada dan perasaan mana yang harus tidak diturutinya. Mereka tahu tentang resiko atau efek yang akan terjadi jika dia menuruti apa saja perasaan yang seakan begitu kuat mendoronngnya itu.

Merekalah orang-orang yang selalu berhati-hati mengambil sikap dan tindakan. Sikap dan tindakan yang telah didorong oleh kekuatan perasaan yang saat itu ada dan berusaha mempengaruhinya. Dengan kehati-hatian itulah, mereka akan memilah-milah dan mempertimbangkan perasaan yang pantas dilakukan dan pantas untuk dikendalikan. Mereka juga tahu bahwa mengikuti perasaan saja, tidaklah membawa penyelesaian secara bijak dan pada tempatnya. Kemudian barulah mereka akan menentukan sikap dan tindakan, jikalau mereka sudah tahu dan memahami duduk permasalahan yang sedang dihadapinya.

Kemudaian selanjutnya, merekalah yang sudah mulai terpancar sinar kedewasaan dan kematangan yang muncul dalam dirinya. Merekalah yang akan selalu muncul dan hadir membawa kesejukan dan penuh kebijaksanaan. Penuh kebijaksanaan dan kesejukan ketika harus dihadapi dengan kejadian dan masalah yang menuntut saling pemahaman bersama. Saling bisa memahami akan keputusan sesulit apapun. Saling memahami, walaupun sikap itu takkan pernah mampu bisa melegakan semua perasaan yang ada disekitarnya. Saling memahami bahwa keputusan tentang masalah tersebut harus terjadi. Sehingga yang terjadi, seakan tidak perlu ada yang disakiti walaupun harus ada yang dikalahkan ataupun harus dirugikan.

Perasaan dan Harga Diri !

Harga diri atau nilai diri seseorang itu bisa dilihat dari bagaimana seseorang itu mampu atau tidak mengendalikan perasaannya. Kemampuan mengendalikan perasaan disini, tidak jauh sebagaimana mereka berusaha mengendalikan amarah, kedengkian, kesombongan, kemunafikan, kelicikannya, keegoisannya, dan lain sebagainya.

Ketidakmampuan mengendalikan perasaan sombong yang sering terjadi pada orang yang sudah kelewat pede, akanlah menjadi masalah tersendiri dalam menyangkut keberadaan harga dirinya itu. Bagaimana tidak, hanya karena ada maksud tertentu saja, telah bercerita berlebih-lebihan akan keadaan dirinya. Bagaimana tidak, hanya memilki anak buah dua saja, sudah bercerita dengan mantapnya, mengakui punya banyak anak buah. Bagaimana tidak, menjadi pegaiwai biasa saja telah mengaku menjadi pejabat penting. Bagaimana tidak, pingin jadi tentara saja sudah belagak sebagai prajurit.

Tentunya, ketidakmampuan mengendalikan perasaan hanya karena ingin menyikapi sesuatu, menjadikan tidak sedikit orang melakukan hal-hal yang berlebih-lebihan dari keadaan yang sebenarnya. Memang pada awalnya akanlah mengangkat tinggi-tinggi nilai orang tersebut. Namun waktu adalah kejujuran yang tak mungkin bisa dibohongi. Untuk itu, waktu akan berjalan mengungkap kebenaran yang terjadi. Seiring dengan itu, tentu saja, akan terkuaklah harga diri seseorang yang sudah terlanjur terangkat cukup tinggi. Terkuaklah kemudian harga dirinya yang ternyata hanya suka melebih-lebihkan tentang sesuatu yang sebenarnya terjadi. Semakin jauh melebih-lebihkan sesuatu, maka yang akan terjadi adalah semakin terpuruklah harga diri seseorang sebanding dengan kebohongan yang telah diciptakannya itu. Semakin besar kebohongan yang dibuat, maka akan semakin jatuhlah harga diri seseorang dibuatnya. Keterpurukan harga diri hanya karena tidak mempunyai kemampuan mengendalikan perasaan diri terhadap sesuatu yang diinginkannya itu.

Perlu dipahami juga, bahwa amarah, kedengkian, kesombongan, kemunafikan, kelicikannya, keegoisannya, dan lain sebagainya adalah sifat yang sangat manusiawi untuk muncul pada diri siapa saja yang mempunyai cita dan rasa. Namun ketidakmampuan mengendalikannya, maka berpeluang lebarlah, orang tersebut telah dan sedang mempertaruhkan harga dirinya. Namun jika seseorang atau siapa saja mampu mengendalikan dan mengelolanya, maka tak menutup kemungkinan, itu semua bisa menjadi kekuatan dalam hidupnya. Kekuatan untuk melangkahi hidup dengan penuh kedewasaan. Kekuatan untuk menempuh hidupnya dengan kesuksesan demi kesuksesan. Kekuatan untuk bisa menjalani semua kehidupannya dengan begitu mudahnya. Dan tentu saja, mereka akan melangkahi hidupnya dengan penuh kewibawaan. Dan kemudian, seiring dengannya, akan semakin mantaplah harga dirinya, yang akan selalu memancar pada dirinya itu.

Cinta, Perasaan dan Kebosanan !

Inilah yang sedang terjadi pada diri anda, kejenuhan hidup yang manusiawi ini sedang menyelimuti hati anda. Bagaimana tidak, mungkin anggap saja, anda baru pertama mencinta atau jadian dengan seseorang. Kemudian anda sudah terlalu sering dengannya. Terlalu sering bercengkerama atau yang lainnya. Mungkin awal-awalnya semua seakan begitu indah dan mengasyikan. Namun waktu terus berlalu dan berjalan. Andapun seakan dihadapkan pada nuansa hidup yang itu-itu saja, walaupun awal-awalnya tidak begitu adanya. Namun inilah sifat manusia yang selalu dihadapkan pada suatu hal yang selalu sama. Maka, bisa dipastikan bahwa kejenuhan dan kebosanan segera tiba.

Apalagi kita hidup dengan banyak ragam dan nuansa yang lainnya. Kemudian kitapun menjadi terpengaruh juga. Ragam dan nuansa yang seakan berbeda namun sebenarnya hakekatnya sama. Bagaimana hakekatnya tidak sama, kalau saja kita sering berkunjung di banyak tempat wisata yang pada dasarnya cuma laut, gunung, bangunan, air terjun, dan lereng-lereng. Kemanapun kita pergi, kemanapun juga ,di belahan dunia ini, yang kita temui pada tempat wisata ternyata pada dasarnya hanya laut, gunung, bangunan, air terjun, dan lereng-lereng. Memang tampaknya berbeda tempat, ragam, pesona dan nuansanya, apapun katanya, semua tetap hanya berupa laut, gunung, bangunan, air terjun, dan lereng-lereng. Begitulah hidup, kalau tidak berhati-hati dan berusaha memehaminya, maka kita mudah tergoda dengan ragam dan nuansa lainnya. Ragam dan pesona yang sebenarnya tidak jauh berbeda, bahkan nyaris sama !

Itulah yang sedang anda hadapi itu, anda belum berusaha mencari makna dari perasaan yang sedang menyelimuti cinta anda itu. Kejenuhan cinta yang seakan membedakan perasaan anda. Untuk itu cobalah memahami tentang sesuatu itu hakekatnya sama. Kalau kita bisa memahami kesamaan hakekat akan pesona, ragam dan nuansa yang tampak berbeda itu, maka kejenuhan cinta, sangat mungkin bisa dibangun kembali. Dan Kami yakin, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun cinta menjadi punya nuansa yang berbeda. Sehingga kemudian perasaan dan cinta itupun seakan bisa menyatu kembali.

Untuk bisa memahami tentang kejenuhan hidup Klik >>> Manusia dan Kejenuhan hidup ! ( Sifat Jenuh adalah Sifat Manusia ?) .

Untuk itu, cobalah mencari penyebab kejenuhan yang ada. Kemudian usahakan mencoba mengatasi kejenuhan yang ada terhadap apa yang terjadi pada cinta anda itu. Sebab jika anda mampu melakukannya maka kedewasaan, harga diri, kesuksesan hidup dan kemudahan-kemudahan yang lainnya, akan segera menghampiri anda !

Jadi, Carilah penyebab kejenuhan yang ada !

Biasakan membangun apa yang sudah kita punya !

Sebab di sana sangat banyak makna yang segera anda ketahui !

Makna di mana Anda harus belajar dan memahaminya !

Karena seakan hidup itu banyak nuansanya, namun sebenarnya sama ?

Jadi Mengapa kita harus berpindah darinya ?

Hanya karena kita tidak tahu penyebabnya ?

Hanya karena kita tidak mengerti maknanya ?

Berusahalah sekuat tenaga dan pikiran yang ada !

Baru kemudian memutuskannya dengan sangat bijaksana !

Karena hidup anda haruslah lebih dewasa !

Selamat menghadapi hidup Anda !

Mungkin ini saja dulu yang bisa Kami uraikan. Untuk lebih banyak belajar mengenai banyak masalah kehidupan, ikuti terus uraian-uraian yang penuh hikmah dan pelajaran dari masalah-masalah mereka di www.duhgusti.com , Mudah-mudahan langkah hidup Anda selanjutnya lebih mantap dan menyakinkan ! Dan tak mudah terperangkap dalam jebakkan hidup yang tak kentara ini !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !

Selasa, 25 Agustus 2009

jatuh cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu
yang tak terbatas Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi Izinkanlah
bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengankasih-Mu dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Rabu, 19 Agustus 2009

MERDEKA

HARI ULANG TAHUN INDONESIA KE 64




Senin, 17 Agustus 2009

MERDEKA

GIMANA INDONESIA MAU TENANG JIKA ORANG-ORANG NYA TIDAK MENGHARGAI BANGSANYA SENDIRI. DI INDONESIA HANYA DENGAN MUNCULNYA BEBERAPA ORANG ASING AJA SUDAH DI BUAT HEBOH DENGAN MUNCULNYA TEROR. BAGI GENERASI MUDA JAGAN LAH MENYERAH SISINGKAN BAJU, KUATKAH IKAT PINGGANG MU KITA HADAPI SELAMATKAN BNGSA INI JANGAN BUAT BANGSA INI SEMAKIN MERANA KARENA MUNCUL TEROR DIMANA-MANA. KUATKAN PERSATUAN JANGAN MUDAH DIHASUD APALAGI MENGHANCURKAN BANGSA. KITA HARUS HARGAI BANGSA INI. JAGALAH NAMA BANGSA INDONESIA JANGAN BOLEH DI INJAK-INJAK BANGSA LAIN. INI NEGARA TERCINTA SUDAH BERUMUR 64 TAHUN INDONESIA MERDEKA.
MERDEKA.....MERDEKA........MERDEKA,

MANA YANG KU CARI

Kepribadian manusia selalu menjadi tema yang menarik untuk dicari tahu, apalagi kepribadian kita sendiri. Rasa ingin tahu tersebutlah yang lantas membuat banyak orang pergi ke psikolog untuk menjalani tes-tes kepribadian. Semua ini dilakukan demi mengetahui “seperti apa sesungguhnya diri kita ini?”
Enneagram Selain dengan mengikuti tes-tes psikologi, ada satu metode yang bisa digunakan untuk mengetahui kepribadian yaitu menggunakan enneagram. Enneagram diartikan sebagai “sebuah gambar bertitik sembilan”. Metode ini dikabarkan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan diajarkan secara lisan dalam suatu kelompok sufi di Timur Tengah, hingga akhirnya mulai berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an. Kepribadian manusia dalam sistem enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele, lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.
Sembilan Tipe Kepribadian ManusiaKesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :Tipe 1 perfeksionisOrang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.Tipe 2 penolongTipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.Tipe 3 pengejar prestasiPara pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.Tipe 4 romantisOrang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.Tipe 5 pengamatOrang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.Tipe 6 pencemasOrang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.Tipe 7 petualangTipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.Tipe 8 pejuangTipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.Tipe 9 pendamaiPara pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
Panah dan Sayap Setiap tipe pada enneagram berhubungan langsung dengan 2 tipe lainnya yang disebut sebagai panah. Tipe 1 berhubungan dengan tipe 7 dan 4, tipe 2 dengan tipe 8 dan 4, dst (lihat gambar). Dinamika hubungan antar tipe ini terjadi sebagai berikut : jika dalam keadaan rileks tipe 1 akan mengambil karakter positif dari tipe 7, dan jika dalam keadaan tertekan akan mengambil karakter negatif dari panah sebaliknya, yaitu tipe 4. Sebagai contoh, tipe 1 yang mengambil sisi positif tipe 7 tidak akan terlalu mengkritik diri serta lebih menerima diri, lebih antusias dan optimis, bertindak lebih alami dan spontan. Sedangkan jika sedang tertekan akan mengarahkan kemarahan ke dalam diri sendiri lalu menjadi depresi, hilang kepercayaan diri, dan menginginkan apa yang tidak mereka miliki. Contoh lain, tipe 2 yang sedang rileks, akan mengambil karakter positif dari tipe 4, dan jika sedang tertekan akan mengambil karakter tipe 8. Dan begitu seterusnya dinamika hubungan pada tipe-tipe lainnya.Selain panah, kepribadian kita dapat tercampur atau terpengaruhi oleh tipe di kanan dan kiri kita. Tipe di kanan dan kiri kita ini disebut dengan sayap. Contohnya, tipe 1 dengan sayap 2 yang lebih kuat, cenderung hangat, lebih suka menolong, mengkritik dan menguasai. Sedangkan tipe 1 dengan sayap 9 lebih kuat, cenderung lebih tenang, lebih santai, objektif dan menjaga jarak.
Tipe-tipe Enneagram dan Myers-Briggs Type IndicatorBagian akhir buku Enneagram ini berisi penjelasan tentang tipe-tipe kepribadian yang sudah diakui, yaitu Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan kecocokannya dengan tipe-tipe dalam enneagram. MBTI sendiri adalah suatu inventori kepribadian yang berlandaskan pemikiran dari Carl Gustav Jung, seorang psikiater asal Swiss. Inventori ini mengukur kecenderungan individu berdasarkan empat skala : ekstraversion atau introversion, sensing atau intuition, thinking atau feeling, serta judging atau perceiving. Terakhir, terdapat tabel hubungan antara sistem dalam enneagram dan MBTI.
Komentar Ada beberapa hal yang membuat buku ini menjadi menarik untuk dibaca, seperti :1. Buku berjudul The Enneagram Made Easy terbitan Harper San Fransisco ini, diterjemahkan dengan cukup baik sehingga tidak menyulitkan pembaca dalam memahami isinya. Walau kadang masih terdapat kesalahan dalam pengetikannya.2. Banyak sekali ilustrasi menarik, baik penjelasan masing-masing tipe maupun perbandingan antara satu tipe dengan tipe lainnya. Tak jarang ilustrasi tersebut berisi lelucon yang mampu menciptakan suasana menyenangkan ketika membaca buku ini.3. Di awal penjelasan tipe, ada 20 butir pernyataan yang menggambarkan tipe kepribadian tersebut. Pembaca dapat memberi ceklis pada karakteristik yang menggambarkan kepribadiannya. Pernyataan ini dapat membantu pembaca untuk menemukan tipe kepribadiannya dalam enneagram.4. Penjelasan masing-masing tipe juga cukup banyak ragamnya, mulai dari karakter positif dan negatif tiap tipe, cara bergaul, komentar orang-orang sekitar, hingga saran dan latihan yang tepat untuk tiap tipe.
Namun, ada beberapa hal yang kurang dari buku ini, seperti :1. Tidak jelas apakah kedua puluh pernyataan yang ada di tiap tipe, didapat menggunakan metode penyusunan alat tes yang baik, sehingga memang benar-benar mampu menggambarkan tiap tipe dengan tepat.2. Penjelasan tentang tiga pusat dalam tubuh; jantung, perut dan kepala, dirasa kurang memadai, sehingga tidak terlalu memberikan pemahaman yang lebih terhadap kepribadian manusia.3. Perbandingan antara tipe-tipe dalam enneagram dengan tipe-tipe jungian (MBTI) dirasa agak janggal. Ada kesan bahwa tipe-tipe jungian memang ‘ditempel’ agar pembaca semakin percaya dengan tipe-tipe dalam enneagram, sebab tipe-tipe jungian sudah ada, digunakan dan diakui secara luas sejak lama.4. Tabel perbandingan sistem dalam enneagram dan MBTI tidak disertai penjelasan, sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami arti tabel tersebut.5. Sampul buku asli The Ennegram Made Easy lebih menarik untuk dilihat daripada sampul buku versi indonesia yang terlalu ‘gelap’.
—

Sabtu, 16 Mei 2009

sifat manusia

Saat ngebaca sebuah blog, si penulis menyebut dirinya melankolis dll..saya jadi teringat sama tes kepribadian yg pernah saya lakukan taun 2004 yg lalu..hmm..udah hampir 3 tahun.
Saya ngga tau apakah dengan bertambahnya usia, pengalaman, kedewasaan..hasil tes akan bisa berubah..yg jelas saya jadi penasaran..dan hari ini saya surfing nyari2 info tentang tes tersebut.
Diantaranya yang ini:
Tiap saat kita berhadapan dengan bermacam-macam situasi. Terutama ketika berhubungan dengan orang lain.
Sebagai pemimpin, mengertikah kita bagaimana cara `membakar’ motivasi para pegawai kita? Sebagai ibu, kita sering bingung nggak habis pikir plus pusing oleh watak keras kepala anak-anak kita?! Tak jarang pula, sebagai suami kita terus-terusan bertengkar sama istri yang padahal juga kita sayangi dan cintai?Adakah `zat kimia’ tertentu atau pola tertentu yang mempengaruhi sifat, sikap dan reaksi kita dan merasa dalam menghadapi berbagai situasi… sehingga kita bisa lebih berdamai dan mengerti mengapa semua reaksi itu terjadi? Bukankah akan lebih nikmat hidup ini kalau kita satu sama lain saling memahami?
Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain.Kita akan jadi mengerti mengapa suami kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita atur rapi. Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji… dan hebatnya dengan mudah pula ia melupakannya, “Oh ya, saya lupa”katanya sambil tertawa santai. Kita juga akan mudah mengerti mengapa istri kita nggak mau dengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah,cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.
Yang pertama, kata Florence adalah golongan Sanguinis, “Yang Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senangsekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Lain lagi dengan tipe kedua, golongan melankoli, “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli’ anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.
Ketiga, manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa sajaia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orangberusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.
Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.
Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, sang Phlegmatis “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.
Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah parapendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.
Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, andaharus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.
Mencoba Mengerti Orang Lain
Nah, sekarang anda masuk golongan mana? Coba amati istri, suami atau anak-anak anda, mereka golongan apa? Jangan-jangan anda sekarang mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan anda bertingkahlaku “seperti itu” selama ini. Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.
Ya, tapi apakah persis begitu? Tentu saja tidak. Florence Litteur, berdasarkan penelitiannya bertahun-tahun telah melihat bahwa ternyata keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang beda hanyalah `kadar’nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia.
Ada orang yang tergolong Koleris Sanguinis. Artinya kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris sanguinis ini. Ia suka mengatur-atur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).
Ada pula golongan Koleris Melankolik. Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya iatak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam. Sehingga kadang serasa diintrogasi, sebab memang ia ingin sempurna, tahu secara lengkap dan agak dingin. Menghadapi orang koleris melankolik, anda harus fahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.
Lain lagi dengan kaum Phlegmatis Melankolik. Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat… semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.
Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan’ pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana.
Begitu pula saat menerima calon pegawai. Untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, jauh lebih baik anda tempatkan orang-orang yang melankolik sempurna. Sedang di bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu jauh lebih tepat anda tempatkan orang-orang sanguinis. Lalu jangan posisikan orang-orang phlegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan. Hasilnya pasti akan amat mengecewakan.
Begitulah, manusia memang amat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, diantara semua watak itu, mana yang paling baik? Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik. Tanpa orangsanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Yang penting bukan mana yang terbaik. Sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya kaum sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukansegera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai goal-nya, atau `membakar’ sang phlegmatis agar segera bertindak saat itu juga.”Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)!
Oke,..menurut anda saya tipe yang manakah?

Selasa, 05 Mei 2009

hp sebagai sumber penghasilan

Hp adalah barang elek tronik yang semua orang punya. tapi mereka tdk meman faat kan nya dengan sempurna kami hadir untuk itu

menghitung

luas persegi panjang
LUAS PESEGI PANJANG
PANJANG
LEBAR