Rabu, 11 Maret 2009

MENUNGGU YANG TAK PASTI

Hampir semua orang ingin menikah. Hanya saja, jodoh tak kunjung datang. Bagaimana agar mudah jodoh?)
Menyegerakan nikah bagi yang sudah siap merupakan hal yang positif karena dapat menghindarkan diri dari perbuatan maksiat seperti perzinahan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu telah siap nikah, maka segeralah menikah, karena nikah itu dapat memelihara pandangan dan menjaga (kesucian) faraj” (HR Bukhari-Muslim).
Hal ini sejalan dengan Firman Allah “Dan (segeralah) menikah orang-orang yang masih sendiri di antara kamu, dan orang-orang yang pantas menikah di antara hamba-hamba sahayamu yang shaleh baik perempuan maupun wanita…” (QS An-Nuur: 32).
Namun demikian, mencari jodoh ternyata tak semudah membalikkan tangan. Banyak yang menginginkan pernikahan, namun sang jodoh tan kunjung tiba. Hal ini terutama jadi masalah bagi wanita karena sering muncul persepsi bahwa tak pantas seorang wanita bersikap proaktif. Bagi kaum wanita jodoh seolah hanya bisa ditunggu.
Persepsi keliru mengenai jodoh yang menyebabkan tertundanya pernikahan diantaranya adalah, karena jodoh ada di tangan Allah, maka kita tidak perlu berusaha. Hal ini tentu saja keliru, dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa, “Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum ia mengubah dirinya (QS Ar-Ra’du: 11). Bagaimanapun harus ada upaya untuk terbukanya jalan bagi sang jodoh. Lalu upaya apa saja yang bisa dilakukan agar jodoh segera datang?
v Meningkatkan Ilmu dan Amal
Ilmu dan amal adalah dua hal yang harus kita upayakan setiap saat. Ilmu adalah bekal dalam mengarungi rumah tangga. Dengan ketinggian ilmu dan keimanan, Allah meningkatkan derajat manusia.
Senantiasa berakhlaq yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam mencari jodoh. Janji Allah “Wanita-wanita yang keji diperuntukkan bagi laki-laki yang keji. Laki-laki yang keji diperuntukkan bagi wanita yang keji. Dan wanita-wanita yang baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik. Laki-laki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik” (QS An-Nuur: 26). Jika menginginkan jodoh yang baik, tinggal kita memacu diri kita untuk senantiasa berakhlaq baik.
v Memperluas Pergaulan
Seorang yang terbatas pergaulannya akan mempersempit interaksi dengan pihak luar. Hal ini akan membatasi pula peluang untuk mendapatkan pasangan. Meluaskan pergaulan bukan berarti selalu dengan lawan jenis. Sebaiknya melakukan pergaulan di lingkungan yang baik pula. Mencari lingkungan yang baik bisa dengan mengikuti pengajian. Setidaknya orang yang datang ke pengajian adalah orang-orang yang berniat baik dan ingin berubah menuju kebaikan. Cara lain bisa dengan memasuki organisasi Islam atau organisasi yang bersifat sosial dan kemanusiaan.
v Melakukan Ikhtiar
Berkaca pada sejarah pernikahan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, melihat akhlak dan kemulian pemuda Muhammad, Khadijah meminta Nafizah binti Munyah untuk membuka jalan ke arah pernikahan. Khadijah menawari Muhammad untuk menikahinya. Ternyata Muhammad menerimanya. Berdasarkan kisah ini, seorang wanita bisa proaktif dalam mencari jodoh. Terkadang karena tradisi bangsa Timur, seolah tabu jika seorang wanita menyampaikan isi hatinya pada seorang laki-laki.
Seperti halnya Khadijah, bisa menggunakan pihak ketiga untuk mencarikan pasangan atau mencarikan informasi tentang seseorang atau sekedar menyampaikan maksud pada orang yang dipilih. Orang ketiga ini harus yang amanah dan bisa dipercaya. Orang ketiga tidak usah jauh, bisa orang tua sendiri, saudara, teman, atau guru ngaji.
Belakangan ini berkembang Biro Perjodohan yang berpegang pada nilai-nilai Islam. Tak ada salahnya mengikuti program seperti ini untuk menuju jenjang pernikahan yang sakinah, mawaddah warahmah.
v Tidak Mempersulit Diri
Ada kalanya seseorang mengharapkan pasangan yang sangat ideal dan sempurna. Hal ini tentu saja akan menyulitkan dalam mendapatkan pasangan. Terlalu banyak syarat tertentu di luar hal yang prinsip akan menghambat perjalanan menuju jenjang pernikahan. Menurut Rasulullah, “Wanita itu dinikahi karena hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya (keislamannya). Pilihlah agamanya agar kamu selamat (HR Bukhari)
Hadits di atas dengan jelas menganjurkan agar memprioritaskan agamanya. Jangan karena pilih-pilih penampilan, harta dan keturunannya sehingga kita sulit mendapatkan pasangan. Ada kalanya adat istiadat juga turut berperan. Pada suku tertentu, dilarang seseorang menikah mendahului kakaknya. Hal ini tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga yang sudah siap menikah malah dihambat.
v Senantiasa Yakin dan Berdoa
Dalam ayat Al-Qur’an disebutkan “Dan Allah telah menjadikan jodoh-jodoh kamu sekalian dari jenismu sendiri, lalu menjadikan anak-anak dan cucu bagi kamu dari jodoh-jodohmu (An-Nahl: 72). Ini menunjukkan bahwa setiap orang akan diberi jodoh. Kita harus yakin dan tidak boleh pesimis, asalkan disertai usaha dan ikhtiar.
Berdoa adalah sarana untuk menyampaikan keinginan dan permohonan pada Sang Pemilik Kehidupan. Allah maha tahu getaran hati kita selembut apapun. Dengan berdoa keinginan kita akan dikabulkan Allah Subhanahu wata’ala. Seperti disebutkan dalam Al-Qur’an “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan kuperkenankan bagimu”.
Jodoh merupakan misteri, kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita. Oleh karena itu, seseorang yang ingin segera menikah, sebaiknya terus berdoa agar hadirnya seseorang yang akan jadi pendamping hidup bisa segera terlaksana.
Dikutip dari:

Minggu, 08 Maret 2009

kehidupan penuh arti ketika temukan jati diri

tak kan tahun kepastian nya ketika seseorang mencari tujuan hidup. hanya tuhan lah yang tahu semua itu. manusia bisanya mencari dan mencari. dan hanya dapat mengerjakan apa-apa yang dapat dilakukan dihadapannya. semua hanyalah mimpi belaka. bagaikan api yang menyambar bagaikan agin yang bertiup. semua berjalan dalam satu kendali hanya tuhan saja yang tahu. manusia bagaikan memori yang tersibak. dan tak kan mudah tuk jalani kehidupan ini. manusia hanyalah sama dengan yang lain nya

Jumat, 06 Maret 2009

HIDUP MENURUT KACAMATA BUDHA

Menurut agama Buddha terdapat 3 tujuan hidup manusia yaitu:1. Tujuan sementara yang manfaatnya dapat dinikmati sekarang (ditthadhammikattha)2. Tujuan spiritual yang manfaatnya dapat diperoleh kemudian (samparayikattha)3. Tujuan tertinggi yang manfaatnya paling besar (paramattha)
Yang termasuk ditthadhammikattha adalah sbb:1. Memiliki hidup sehat, tubuh yang segar/bugar, terbebas dari segala penyakit dan panjang usia. Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan:a. melaksanakan pola hidup sehat (mengkonsumsi makanan & minuman yang bergizi dalam jumlah yang tidak berlebihan (hidup bukan untuk makan/minum tetapi makan/minum untuk hidup), olah raga secara teratur, tidak menggunakan zat2 yang merugikan kesehatan seperti alkohol & rokok,dsb)b. Rajin mengikuti puja bakti di vihara atau rumahc. Sering menolong makhluk lain yang sedang sakit/menderitad. Mengendalikan diri untuk tidak melanggar Pancasila (terutama sila kesatu dan kelima)e. Rajin bermeditasi, berusaha melepaskan diri dari stres kehidupan, mengembangkan cinta kasih, hidup dalam keseimbangan.
2. Memiliki pekerjaan dan penghasilan, hidup lurus penuh kejujuran dan secara ekonomi tidak bergantung pada orang lain. Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan:a. Bekerja/berusaha secara profesional, memiliki bidang keterampilan dan menguasai bidang usaha yang ditekuni, ulet, bersemangat, dan tidak mudah menyerahb. Tidak pernah berhenti belajar, selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, waspada terhadap segala tantangan dan ancamanc. Hidup hemat, sederhana, rajin menabung, membeli barang yang dibutuhkan bukan membeli barang yang diinginkand. Menjaga dan memelihara harta yang telah dimiliki dan membelanjakannya sesuai dengan kemampuane. Rajin berdana materi (membantu pembangunan vihara/cetiya/sekolah, membantu penerbitan buku2 Dharma, menyediakan 4 kebutuhan pokok Sangha, membantu korban bencana,dll)f. Tekun menjalankan Pancasila (terutama sila kedua dan keempat)
3. Memiliki status sosial yang baik dan dihormati oleh masyarakat sekitar. Kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui:a. Sikap murah hati, banyak membantu makhluk lain yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan. Kedudukan/jabatan yang tinggi, kekayaan yang melimpah, gelar akademik yang berderet bukan merupakan jaminan akan dihormati orang, tetapi suka menolong dan peduli pada semua makhluk akan menimbulkan rasa hormat dan lebih dihargai.b. Memiliki moral yang baik (tekun melaksanakan Pancasila Buddhis dalam kehidupan sehari-hari)c. Tidak melakukan perbuatan tercela, ramah tamah dalam ucapan dan rendah hatid. Tidak bergaul dengan orang "dungu" (jahat), menghindari perjudian dan menjauhi narkoba
4. Memiliki keluarga yang bahagia/harmonis dengan reputasi terpuji. Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan:a. Setiap anggota keluarga melaksanakan kewajibannya dengan baik (lihat Sigalovada Sutta)b. Setiap anggota keluarga saling mendukung, saling membantu dalam berbuat kebajikan, saling menolong dalam kesulitanc. Membantu mendamaikan keluarga2 lain yang sedang berada dalam kemelutd. Secara bersama-sama melaksanakan kewajiban bagi kepentingan kemanusiaan/keagamaan dengan bersemangat dan terus meneruse. Anak terus mengulangi melakukan perbuatan baik yang telah dilakukan oleh orang tua atau leluhurnya yang telah meninggal dunia
Yang termasuk samparayikattha adalah sbb:1. Memiliki kehangatan, kegembiraan dan penuh simpati (perasaan yang muncul karena memiliki keluarga yang harmonis dan sahabat2 yang baik)2. Memiliki rasa bangga dengan hidup yang bersih (tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum negara, tidak membuat makhluk lain menderita,dll)3. Memiliki rasa bahagia dengan hidup yang berguna oleh karena selalu melakukan hal yang bermanfaat melalui pengorbanan (kesediaan untuk berkorban demi kepentingan umum atau makhluk lain)4. Memiliki keberanian dan penuh percaya diri dalam mengatasi berbagai masalah, menjalani hidup dan melaksanakan semua kewajiban dengan bijaksana (hidup ini dijalani dengan tidak banyak mengeluh, kewajiban tidak dianggap sebagai beban, kewajiban dipikul secara seimbang dan sesuai dengan kemampuan, mengatasi segala kesulitan dengan senyum di bibir dan ketabahan di hati)5. Memiliki rasa aman dan penuh keyakinan karena adanya jaminan untuk kehidupan yang akan datang sebagai akibat dari melakukan perbuatan2 baik dalam kehidupan sekarang
Yang termasuk paramattha adalah sbb:1. Memiliki batin yang aman, damai dan tenang, tidak tergoyahkan oleh berbagai kondisi duniawi atau ketika berhadapan dengan pergantian/perubahan2. Tidak terganggu oleh kemelekatan/keterikatan yang mengakibatkan ketidakpuasan/kesedihan, memiliki batin yang jernih, ringan dan bebas3. Bersemangat, riang, tidak pernah cemberut, tidak berputus asa, selalu berseriseri dan terbebas dari penderitaan4. Menyadari sepenuhnya proses sebab dan akibat, bertindak dalam keselarasan, hidup tanpa cela, menuntun diri dengan bijaksana

menghitung

luas persegi panjang
LUAS PESEGI PANJANG
PANJANG
LEBAR